Berbeda dengan sapi perah, proses pemeliharaan sapi potong lebih fokus pada upaya penggemukan badan. Maka dari itu, perlu 3 jenis pakan sapi ternak sekaligus seperti rumput, konsentrat, dan pakan fermentasi.

Kalau hanya rumput, kualitas daging yang dihasilkan tentu hanya rata-rata atau tidak begitu menguntungkan dari perspektif bisnis.

Pakan Sapi Ternak Potong

Apakah anda tertarik untuk bisnis sapiu potong? Ingin tahu apa saja makanan untuk peternakan sapi jenis ini? Yuk simak ulasannya dibawah ini:

Rumputan

Pakan rumputan adalah makanan wajib untuk sapi berhubung masuk kelas herbivora. Tapi, bukan berarti sembarang rumput dihidangkan di hadapan si sapi. Berikut ini ada beberapa jenis rumput yang nyata-nyata terbukti membuat tubuhnya gemuk dan sehat.
  • Rumput Kalonjono
Rumput ini, asalnya dari daratan Amerika Selatan dan Afrika. Adapun proses pemotongannya, rata-rata berjarak 5 sentimeter dari tanah. Itu kalau menanam sendiri dan dibuat rotasi. Biasanya, para peternak menanam rumput ini dalam skala luas. Terutama untuk kelas peternak sapi yang sudah top.
  • Rumput Grinting
Kelebihan rumput ini ada pada sifatnya yang mampu beradaptasi dengan berbagai jenis iklim dan cuaca. Bahkan sekelas rumput teki yang terkenal kukuh dan mudah menyebar pun masih kalah. Meskipun bagi para petani dianggap sebagai gulma, tapi bagi para peternak bisa dimanfaatkan untuk pakan sapi.
  • Rumput Gajah
Di desa-desa, para peternak sapi sangat suka dengan jenis rumputan ini. Selain teksturnya yang renyah/getas, nilai jualnya juga cukup tinggi. Per ton, jenis rumputan ini bahkan dijual dengan harga 100 ribu Rupiah.

Konsentrat

Harga konsentrat per tonnya kira-kira 600 ribu Rupiah. Mengapa sapi perlu mengonsumsi konsentrat sebagai teman pakan rumputan? Sebab, pakan jenis ini punya kadar gizi yang tinggi. Tentu sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan si sapi. Terutama untuk proses penggemukan badan dan tetap sehat.

jenis-jenis pakan sapi
jenis-jenis pakan sapi 

Sifat dari pakan konsentrat ini sangat mudah dicerna perut. Misalnya ampas tahu, DDGS, tepung ikan, hingga bungkil kelapa. Tapi, rata-rata peternak sapi tidak sepenuhnya menyediakan konsentrat untuk si sapi. Mengapa? Sebab harganya relatif jauh lebih mahal ketimbang pakan rumputan.

Pakan Fermentasi

Bagi petani profesional dan serius menekuni bidangnya, barangkali tak keberatan jika belanja stok vitamin, mineral, dan urea untuk si sapi. Tapi, untuk peternak kelas rata-rata, mereka lebih memilih pakan fermentasi daripada vitamin. Mengapa?
  • Tidak Perlu Mengeluarkan Uang
Di desa, seringkali para petani dengan senang hati memberikan pakan fermentasi pada peternak sapi. Contohnya jerami dan tangkai jagung kering usai panen raya.
  • Mudah Ditemukan
Selagi petani masih eksis, maka peternak sapi tidak perlu pusing-pusing memikirkan ketersediaan pakan fermentasi. Asalkan tergolong “sisa panen”, sudah cukup bila difermentasikan untuk kemudian dikasihkan ke sapi.
  • Sama-Sama Bisa Menambah Gizi
Memang sih kelas gizi yang terkandung dalam pakan fermentasi masih kalah dengan vitamin dan mineral khusus. Tapi, bagi peternak berkantong cekak, sudah lebih dari cukup bila difungsikan sebagai “penambah tenaga” untuk para sapi dalam kesehariannya.

Ketika berniat beternak sapi, ada baiknya untuk meniru ucapan dari pemilik PT Greenfields Indonesia (peternakan sapi terbesar di Indonesia). Beliau sebegitu mengangkat harkat dan martabat sapi dengan mengatakan, “Mereka itu adalah bos kami.”